Blog Artikel Seputar Ibu dan Bayi

Showing posts with label Mendidik Anak. Show all posts

Cara Melatih Anak Toilet Training / Potty Training

Hasil gambar untuk potty

Cara Mengetahui Anak Sudah Siap Jalani Toilet Potty Training

Tiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, termasuk kemampuannya untuk memulai toilet training. Umumnya, anak siap menjalani toilet training pada saat berusia 1 tahun 6 bulan, tapi kebanyakan anak siap memulainya pada saat berusia 1 tahun 10 bulan hingga 2 tahun 6 bulan. Kebanyakan anak sudah bisa memakai toilet dengan sempurna sekitar usia 3 tahun.

Untuk mengetahui tanda awal seorang anak siap untuk diberikan toilet training adalah dengan melihat kesiapan fisik dan emosionalnya. Tanda-tanda anak siap secara fisik adalah ketika dia mampu mengontrol keinginan untuk BAK dan BAB. Hal ini jarang terjadi sebelum usia 1 tahun 6 bulan.

Anda bisa mengetahui kesiapan fisik ini jika:

1. Anak memperlihatkan ekspresi saat menahan BAK atau BAB.

2. Popok kering saat bangun tidur atau setelah dua jam pemakaian.

3. Tidak BAB di popok saat malam hari.

4. BAB terjadi pada waktu yang sama tiap harinya atau pada waktu yang tidak bisa diprediksi.

6. Anak mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi dengan Anda tentang pemakaian toilet.

Berbeda dengan kesiapan fisik, kesiapan secara emosional butuh waktu yang lama. Berikut ini adalah tanda-tanda anak Anda sudah mencapai kesiapan emosional.

1. Anak akan memberitahu Anda ketika popoknya kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru.

2. Dia lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok.

3. Menunjukkan ketertarikannya ketika Anda memakai kamar mandi.

4. Memberitahu Anda ketika dia ingin buang air.

5. Bersemangat mengikuti semua proses toilet training.

Meski telah menunjukkan kesiapan fisik dan emosional, bukan berarti anak siap diberi toilet training. Ada sebagian anak yang belum siap melakukannya, terutama jika dia berada pada tahap ketika kata ‘tidak’ menjadi respons utamanya untuk tiap permintaan. Langkah terbaik adalah dengan berkonsultasi kepada dokter atau berbagi pengalaman dengan orang tua atau teman yang pernah mengalaminya.

Hindari memaksakan kehendak Anda ketika anak belum siap melakukannya. 

Hal itu bisa memicu stres yang bisa memperlambat kesiapannya melepas popok. Anda pun akan merasa frustrasi jika memaksa memberikan toilet training pada anak yang belum siap.

Bagaimana cara membimbing anak selama toilet training?

Langkah-langkah awal yang harus Anda lakukan untuk menunjang proses toilet training pada anak antara lain:

Kenalkan anak kepada toilet.
Mulailah menjelaskan penggunaan toilet untuk BAK dan BAB. Katakan kepada anak ketika mulai memakai toilet, berarti dia harus melepas popoknya dan menggantinya dengan celana dalam. Jelaskan pula bahwa anak sudah tidak bisa BAK dan BAB pada popok atau celana dalam.

Pilih pispot.
Gunakan pispot atau tempat duduk kloset khusus untuk anak-anak. Anda bisa meletakkan pispot di kamar mandi agar Si Kecil bisa terbiasa dengan fungsi toilet. Bisa juga di kamar atau area bermain Si Kecil agar bisa langsung dia gunakan saat BAK atau BAB. Anda bisa mengatakan kepadanya bahwa selagi masih anak-anak, pispot ini akan menjadi tempatnya untuk BAK atau BAB.

Ajak anak saat Anda beraktivitas di toilet.
Untuk memudahkan proses toilet training, melihat aktivitas secara langsung di toilet sangatlah penting. Contohnya, Anda bisa mengajak anak ketika Anda ingin memakai toilet, itu pun jika Anda merasa nyaman. Jelaskan apa saja yang Anda lakukan saat itu.

Saatnya Beraksi
Kini saatnya Anda membiasakan anak untuk BAK atau BAB di kamar mandi memakai pispot atau tempat duduk kloset. Untuk mempermudah proses ini, pakaikan baju yang mudah dilepas dan dipakai oleh anak seorang diri. Selanjutnya ajari dia tata cara saat memakai toilet seperti:

Mengajari cara duduk yang benar saat memakai pispot atau tempat duduk kloset.
Setelah selesai BAK atau BAB, ajari dia untuk membersihkan alat kelaminnya. Untuk anak perempuan, ajari untuk membasuh alat kelaminnya memakai tangan kiri dimulai dari arah depan vagina, kemudian ke bagian anus. Hal ini bertujuan untuk mencegah berpindahnya bakteri dari anus ke vagina.

Untuk anak laki-laki, ajari untuk mengarahkan penisnya ke bawah pispot atau toilet agar air seni tidak menyiprati bagian depan tempat duduk pispot atau kloset. Ajari juga anak Anda untuk membersihkan penisnya dengan air usai melakukan BAK.

Anak-anak di bawah usia 4-5 tahun biasanya tidak bisa membersihkan alat kelaminnya dengan benar, terutama setelah BAB. Pada saat inilah Anda bisa membantu membersihkannya.

Bantu anak untuk menekan tombol flush pada toilet usai BAK atau BAB.

Jika menggunakan pispot, ajak Si Kecil untuk melihat proses pembuangan air seni atau tinja dari pispot ke kloset. Hal itu berguna agar Si Kecil tahu tempat pembuangan terakhir air seni atau tinja adalah di kloset.

Setelahnya, ajari Si Kecil untuk mencuci tangan yang benar usai memakai toilet.
Pada tahapan ini, cobalah untuk sering memberi Si Kecil pujian. Puji tiap aktivitas yang berhasil dia lakukan untuk menambah kepercayaan dirinya di masa mendatang.

Ingat selama proses ini, jangan pernah meninggalkan anak sendirian tanpa pengawasan di dalam kamar mandi atau toilet demi menghindari kecelakaan, seperti terpeleset atau memasukkan sesuatu yang berbahaya ke dalam mulut.

Mengajari anak menggunakan toilet memang butuh kesabaran. Hari ini mungkin dia mau mengikuti semua proses toilet training, namun hal itu bisa saja berbeda pada keesokan harinya. Intinya, jangan memaksa jika memang anak tidak mau melakukannya. Bersabarlah hingga anak benar-benar terbiasa tanpa popoknya.

Artikel dikutip dari https://www.alodokter.com/anak-anda-sudah-siap-diberikan-toilet-training
Selengkapnya »

Kiat menjaga hubungan yang erat antara ayah dengan anak



Sibuk mencari nafkah untuk keluarga terkadang menjadi alasan seorang pria menjadi kurang memiliki waktu bersama anak. Mungkin istri Anda dapat memaklumi hal itu, namun tidak demikan dengan anak. Bagaimanapun juga mereka membutuhkan perhatian yang utuh dari kedua orangtuanya.

Banyak pria di luar sana yang terlalu fokus mengejar karir dan harta, membuat mereka jauh dari anak. Jangan menjadi pria yang seperti itu. Meskipun sibuk, Anda harus mengutamakan hubungan Anda dan anak. Jangan sampai anak merasa asing terhadap Anda dan begitupula sebaliknya.

8 hal berikut ini perlu Anda lakukan agar meski di tengah kesibukan Anda dapat selalu menjaga kualitas hubungan dengan anak:

1. Selalu berkomunikasi meski tidak sedang bersama anak

Lakukan komunikasi yang rutin dengan anak setiap saat. Di sela kesibukan Anda, tetap sempatkan waktu untuk menelepon anak, menanyakan kabar dan kegiatannya, sudah makan atau belum, dan lain sebagainya. Sehingga Anda selalu tahu kabarnya dan dia dapat merasakan perhatian Anda.

2. Menyempatkan waktu untuk makan bersama anak

Usahakan untuk membiasakan sarapan pagi atau makan malam bersama anak. Kesempatan itu dapat Anda manfaatkan untuk saling bertukar cerita, atau bertukar pikiran untuk hal-hal mendatang. Melakukan hal ini dapat menciptakan 'bonding' erat antara Anda dan anak.

3. Mendengarkan keluh kesah anak

Disaat anak ingin bercerita kepada Anda, jangan pernah menolaknya. Misalnya saat Anda sibuk menelepon dan anak datang untuk bercerita, jangan bilang Anda tidak bisa diganggu. Alih-alih katakan padanya untuk menunggu dan setelah Anda memiliki waktu, tepati janji Anda untuk mendengarkan ceritanya. Dengan selalu berusaha menjadi pendengar setia bagi anak di tengah kesibukan Anda, percayalah bahwa anak akan tahu bahwa Anda sangat peduli dan perhatian padanya.

4. Sempatkan untuk menemani anak bermain

Jika Anda dapat pulang ke rumah lebih awal, sempatkan diri Anda untuk menemani anak bermain. Ini dapat membuat Anda dan anak semakin kompak. Lelah Anda pun dapat terbayar saat melihat anak bahagia.

5. Dampingi anak saat mengerjakan 'PR'
Tidak hanya menemaninya bermain, jika anak perlu ditemani belajar maka duduklah di sampingnya. Dampingi dan bimbing ia dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

6. Bacakan dongeng sebelum tidur

Jika Anda pulang lembur dan melewatkan makan malam bersama anak, Anda dapat mengganti waktu yang terlewatkan dengan menemani anak tidur sambil membacakan buku cerita. Kesempatan ini setidaknya dapat membuat Anda dan anak dapat berbincang meski hanya sebentar.

7. Bekerja bakti bersama anak di akhir pekan

Ajak anak untuk bekerja bakti bersama di akhir pekan. Misalnya mencuci motor atau mobil bersama atau membersihkan rumah dan pekarangan bersama-sama. Dengan rutin melakukan kegiataan ini, maka kedekatan Anda dan anak dapat tetap terpelihara.

8. Pergi berekreasi atau berlibur bersama anak
Usahakan untuk pergi berekreasi atau berlibur ke tempat-tempat jauh dan menyenangkan bersama anak saat ada waktu liburan. Berlibur dapat membangun kualitas hubungan Anda sekeluarga dengan lebih baik. Jika merasa kesibukan kantor telah menjauhkan Anda dengan mereka, refresh kembali hubungan dengan merencanakan liburan bersama.

Artikel dikutip dari https://keluarga.com/5398/8-hal-ini-dapat-dilakukan-ayah-agar-tetap-dekat-dengan-anak-meski-sibuk-bekerja
Selengkapnya »

Investasi apa sajakah yang dapat diberikan untuk anak seiring dengan pertumbuhannya?



Sebagai orangtua, begitu anak Anda lahir, Anda memikirkan tentang masa depan anak Anda dan mempersiapkan apa saja yang perlu untuk mendukung masa depannya. Biasanya Anda membuat tabungan atau membeli asuransi pendidikan bagi anak Anda. Atau Anda mempersiapkan anak Anda untuk menghargai pekerjaan sejak dini. Inilah yang dilakukan orang terkaya di dunia, pemilik Microsoft, Bill dan Melinda Gates. Mereka berencana mewariskan harta kekayaannya kepada amal, bukan kepada anak-anaknya. Menurut mereka anak-anak mereka harus berjuang sendiri untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Apa saja yang dapat Anda lakukan demi masa depan buah hati Anda?

Asuransi pendidikan
Bila Anda membeli asuransi pendidikan sejak anak Anda lahir biasanya premiumnya jauh lebih kecil. Anda hendaknya memilih perusahaan yang benar-benar bonafide karena asuransi ini makan waktu sekitar 17 sampai 18 tahun dan Anda tidak ingin uang Anda melayang karena perusahaan bangkrut sebelum anak Anda mencapai usia itu. Janganlah karena premium yang sedikit lebih kecil Anda memilih perusahaan baru yang disangsikan keberadaannya. Sebaiknya Anda pilih perusahaan yang sudah lama berdiri dan mungkin sudah terbukti memberi pelayanan yang benar.

Tabungan
Berapa pun yang dapat Anda tabung akan berguna bagi anak Anda, mungkin bunganya tidak seberapa namun tetap memberi jaminan bagi masa depan anak Anda. Sedapat mungkin jangan pernah memakai tabungan ini untuk urusan lain. Anggaplah tabungan ini tidak pernah ada sehingga Anda tidak tergoda untuk mengusiknya. Anda dapat menabungnya dengan memasukkan tambahan ke tabungan Astek atau Jamsostek karena perusahaan akan menambahkan jumlah setara, asalkan Anda memperhitungkan berapa tahun tabungan itu dapat diambil.

Bekerja
Ajarkan kepada anak Anda sejak dini manfaat dari bekerja supaya mereka terbiasa rajin bekerja dan dapat menambah tabungan untuk biaya pendidikan mereka. Berikan teladan pentingnya bekerja supaya mereka mengerti bila ingin berhasil mereka harus bekerja keras. Seperti contoh Bill Gates di atas, Anda dapat mengikuti pepatah bijaksana yang mengatakan "Bila Anda memberi ikan, makanan itu akan habis hari ini, tetapi bila Anda memberi kail, makanan akan tersedia setiap hari." Bila Anda mengajarkan anak-anak untuk menghargai pekerjaan, mereka dapat menjamin hari-hari esok mereka, tetapi bila Anda hanya memberi harta, kemungkinan harta itu akan habis di tengah jalan. Tidak sedikit anak orang berharta yang jatuh miskin karena hanya bisa berfoya-foya dengan harta orangtuanya.

Iman

Tidak saja bekal jasmani yang perlu Anda sediakan bagi anak-anak Anda, bekal rohani juga akan membantu kehidupan mereka di masa depan. Menjadi orang yang jujur dan berbudi luhur akan meluruskan dan melapangkan jalan hidup mereka. Sejak kecil anak-anak itu perlu diberi pendidikan agama selain pendidikan di sekolah. Biarkan mereka dekat dengan Tuhan mereka sehingga mereka memiliki pegangan kokoh pada waktu menjalani tantangan kehidupan. Anak-anak akan mewarisi iman yang dapat membantu mereka pada masa-masa sulit dalam hidup mereka. Anda tidak akan khawatir bahwa mereka akan jatuh ke dalam lumpur dosa yang hanya akan membawa kesengsaraan dalam hidup mereka.

Kata pepatah lama "Harimau mati meninggalkan belangnya, manusia mati meninggalkan namanya." Jadi jangan sampai anak-anak Anda meninggalkan nama buruk atau mempermalukan keluarga.



Artikel dikutip dari https://keluarga.com/5401/apa-sajakah-investasi-yang-harus-dipersiapkan-seiring-anak-yang-beranjak-dewasa
Selengkapnya »

Tips agar anak mau mendengarkan larangan orang tua



Melihat si kecil bersiap-siap naik ke meja,  Anda spontan berteriak, “Jangan naik.” Eh, tapi si kecil tak memedulikan Anda. Dengan tenang ia tetap memanjat meja dan selamat. Anda yang khawatir segera menghampiri dan mengangkatnya dari meja. Si kecil tak mendengar permintaan Anda?

Cobalah merespon penolakan si kecil agar ia memahami maksud Anda :

1. Tetap tenang dan positif. Tak jarang kata “jangan” spontan terucap saat Anda panik melihat si kecil melakukan sesuatu yang dapat membahayakannya, misalnya meloncat dari atas kursi cukup tinggi ke lantai. Sedangkan baginya hal tersebut  adalah permainan yang menyenangkan. Untuk menghindarinya tarik napas dan dekati ia untuk menjaganya agar terhindar dari bahaya dan ucapkan, “Kamu pandai melompat. Pasti lebih seru kalau melompat-lompat di atas kasur saja, yuk!”

2. Berikan pengertian. Mulai memberikan pengertian bahwa apa yang ia inginkan tidak selamanya baik.  “Bunda tahu kamu suka hujan-hujanan. Tapi kalau terlalu lama akan membuat kamu kedinginan. Setelahnya kamu  sakit dan tak bisa main.” Atau jika ia memainkan makanannya,  Anda tarik piringnya dan katakan “Makanan bukan untuk dimainkan, tapi untuk dimakan.” dengan berkata tegas  anak mengerti bahwa Anda tidak suka dengan apa yang ia lakukan. Namun, jika ia memperlakukan makanannya dengan baik jangan ragu untuk memberikan pujian.

3. Alihkan perhatiannya. Saat si kecil melompat-lompat dan berlari-lari tak karuan hingga dapat membahayakannya, segera alihkan perhatiannya dengan mengajaknya melakukan aktivitas spontan, misalnya menggunakan kertas koran atau majalah bekas yang ada. “Bunda sedang membuat pesawat, nih. Bantu, dong…”  Tunjukkan padanya kertas tersebut dan katakan, “Bagusnya pesawatnya besar atau kecil?”

4. Ganti mainannya. Anda dapat mencoba mengganti “mainan” si kecil dengan mainan serupa demi keamanannya. Misalnya, jika ia memainkan pisau atau benda tajam  hanya untuk memukul panci atau ember, berikan benda serupa yang terbuat dari kayu atau plastik secara  pelan-pelan. Anda bisa lebih dulu menggunakan benda tersebut. Biasanya anak-anak tertarik untuk menggunakan benda baru yang digunakan oleh orang lain.  Dengan begitu ia dapat terus berkreasi dengan mainannya tanpa membahayakan dirinya sendiri.

5. Times up! Jika menjelang tidur atau saat makan si kecil masih  asyik dengan mainan di tangan, jangan ragu untuk mengatakan bahwa waktu bermain sudah habis. Namun, sesekali Anda dapat memberikan waktu ekstra dan lebih fleksibel terhadapnya. Jen Singer, penulis buku pengasuhan “You’re a Good Mom (and your kids aren’t so bad either)”  mengatakan,  tak ada salahnya sesekali bernegosiasi, namun ketegasan Anda akan mengajarkan hal yang lebih baik pada anak.

6. Jika hal-hal di atas gagal membuat si kecil mendengarkan Anda, cobalah menerapkan metode Dr Thomas W Phelan, psikilog klinis dari dari Assosiasi Psikolog Amerika Serikat.  Caranya, jika berkali-kali anak mengabaikan peringatan Anda katakan dengan tegas, “oke, satu kali lagi!,”  Jika ia masih menolak hingga hitungan ketiga,  berikan hukuman 5 menit dengan memintanya ke luar ruangan atau minta masuk dalam kamar. Setelah it,  izinkan anak kembali bergabung bersama Anda,  namun jangan memulai diskusi apapun dengannya.  Anda juga  dapat menyebutkan nama lengkap si kecil untuk menunjukkan padanya bahwa Anda bersungguh-sungguh dengan apa yang Anda ucapkan.

Artikel dikutip dari http://www.ayahbunda.co.id/balita-psikologi/agar-anak-mau-mendengarkan-larangan-anda
Selengkapnya »

Cara memberikan stimulasi pada bayi untuk meningkatkan kecerdasannya



Membentuk anak cerdas bisa dibilang susah-susah gampang, butuh pengorbanan dan kerja keras orang tua. Stimulasi anak sejak dini akan sangat membantu proses tumbuh kembangnya, terutama proses belajarnya kelak di sekolah. Stimulasi apa saja yang bisa membentuk anak cerdas?

Socrates mengatakan bahwa kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh 1 persen kecerdasan dan 99 persen kerja keras. Ketika dilahirkan, setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, tergantung dari faktor genetiknya. Namun seiring pertumbuhannya, faktor nutrisi dan lingkungan akan lebih mendominasi ketimbang faktor genetik. Kuncinya adalah stimulasi atau rangsangan.

"Kecerdasan itu butuh rangsangan, dan ketika masih anak-anak rangsangan yang paling baik untuk kecerdasannya adalah melalui bermain dan perhatian," ujar Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ dalam seminar 'Bagaimana Membentuk Seorang Anak yang Sehat, Cerdas dan Berkualitas' yang digelar di Gedung IASTH FKUI. Tjhin mengatakan bahwa kecerdasan seseorang bisa dilihat dari banyaknya cabang-cabang dendrit yang terhubung antar sel-sel otak. Sedangkan jika dilihat dari struktur otak luar, maka semakin banyak lekuk-lekuk pada otak, semakin cerdas seorang anak.

"Tapi yang harus diwaspadai orang tua adalah ketika anak masuk masa remaja karena ketika remaja terjadi peningkatan hormon-hormon yang akan mempengaruhi sistem sarafnya. Jika remaja tidak bisa mengatasi perubahan yang terjadi dalam tubuhnya, maka ia bisa mengalami gangguan saraf dan otak, "jelas Tjhin.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mendapatkan 1,8 persen dari anak usia sekolah mengalami kesulitan belajar, terutama membaca. Sebanyak 20 persennya disebutkan mengalami defisit neurologis yang bervariasi dari ringan sampai berat. Oleh karena itu, untuk menghindari gangguan fungsi saraf dan mencerdaskan anak, harus diberi rangsangan sejak dini yang disesuaikan dengan umurnya.imuasi

Tjhin pun memberi tips menstimulasi kemampuan otak anak di setiap tahap tumbuh kembangnya.

Usia 0-3 bulan:
Berikan rasa aman dengan pelukan, menggendong, menatap, mengajak tersenyum
Stimulasi pendengaran dengan membunyikan suara
Stimulasi penglihatan dengan menggerakkan benda berwarna mencolok
Stimulasi gerakan motorik dengan menggulingkan badan bayi ke kanan dan kiri, tengkurap, telentang.

Usia 3-6 bulan:
Bermain cilukba, ajarkan melihat wajah bayi di cermin, dirangsang duduk

Usia 6-9 bulan:
Ajarkan panggil nama, salaman, tepuk tangan, baca dongeng, rangsang berdiri

Usia 9-12 bulan:
Mengulang-ulang kata, menyebut mama, papa, kakak, belajar memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelinding bola, latihan berdiri, jalan berpegangan.

Usia 12-16 bulan:
Latihan corat-coret pensil warna, susun balok, puzzle, bermain dengan boneka, jalan mundur, panjat tangga, tendang bola, lepas celana.

Usia 18-24 bulan:
Tunjuk bagian tubuh, sebuut nama binatang atau benda, ajak bicara kegiatan sehari-hari, latihan gambar garis, cuci tangan, melompat, pakai baju dan celana sendiri.

Usia 2-3 tahun:
Menyebut kata sifat, menghitung benda, sikat gigi sendiri, masak-masakan, berdiri satu kak, buang air kecil atau besar sendiri

Usia 3 tahun ke atas:
Persiapan sekolah, memegang pensil dengan baik, berhitung sederhana, mandiri, berbagi dengan teman

"Pastikan anak mendapatkan semua rangsangan itu kalau ingin cerdas. Satu lagi, kalau anak perempuan coba ajarkan balet karena kegiatan sangat bagus dalam menggabungkan semua stimulasi, baik visual, audio, kinestetik dan motorik," ujar Tjhin.

Artikel dikutip dari https://health.detik.com/read/2009/10/12/081629/1219577/764/cara-merangsang-anak-cerdas
Selengkapnya »

Cara Menghentikan Kebiasaan Menghisap Jempol pada Bayi



Apakah menghisap jari bisa mengakibatkan masalah orthodontik di kemudian hari? Pertanyaan ini akan dikupas disini oleh  dr. Dana Elliott Srither.

Bayi dan balita mulai mengisap jari-jari mereka sebagai alat untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitar mereka. Ini merupakan langkah penting dalam tahap tumbuh kembang mereka.

Namun ada beberapa anak yang jadi keranjingan dan keterusan untuk mengisap jari mereka walaupun usianya sudah melewati lima atau enam tahun. Hal seperti ini patut diwaspadai dan perlu dilakukan tindakan khusus sebelum kebiasaan mereka ini merusak gigi.

Para ahli justru menganjurkan agar orangtua tidak memaksa anak-anak balita untuk berhenti mengisap jempol. Karena kebanyakan dari mereka akan menghentikan kebiasaan tersebut saat mulai masuk TK.

Lebih dari 75% bayi mengisap jempol di tahu-tahun pertama usia mereka. Biasanya bayi akan menghisap jari mereka sebagai u+ngkapan emosional ketika mereka merasa bosan, lelah, atau marah. Tidak jarang pula, selain menghisap jempol ada bayi yang berperilaku aneh seperti memainkan rambut, memegang telinga, atau mengelus dan memilin selimut, dan sebagainya.

Efek yang timbul karena kebiasaan mengisap jempol tergantung pada usia anak, durasi, konsistensi dan kekuatan hisapan. Jika anak-anak yang suka menghisap jempol ini berlanjut hingga ke usia 8-9, efek sampingnya masih dapat diperbaiki. Namun jika kejadiannya sudah parah dan merusak gigi, maka kelak harus dilakukan perawatan khusus 'ortodontik kompleks'.

Menghilangkan kebiasaan menghisap jari ini biasanya sulit namun jika kita mencoba untuk berkompromi dengan anak-anak, mungkin hal ini akan lebih mudah. Beberapa orangtua telah mampu menghilangkan kebiasaan anak-anak mereka untuk tidak lagi menghisap jempol melalui cara-cara berikut ini:

Ajak mereka berkompetisi

Ajukan penawaran terhadap mereka untuk tidak menghisap jempol. Misal, hari ini mereka akan diberikan hadiah berupa es krim kesukaannya jika setidaknya mampu melalui beberapa jam tanpa menghisap jempol. Waktu yang diajukan semakin lama semakin bertambah, sehingga lama-kelamaan mereka akan terbiasa untuk tidak lagi menghisap jempol.

Oleskan sesuatu ke jempol mereka

Jika cara pertama tidak berhasil, jangan putus asa dulu. Coba gunakan trik berikut ini. Oleskan sesuatu yang membuat anak tidak suka, mungkin dengan cairan yang cukup menyengat atau rasa tidak enak. Kalau orang jawa dikasih 'Butrowali' sejenis herbal yang biasanya dibuat sebagai bahan jamu dan berfungsi untuk menambah nafsu makan anak. Jadi istilahnya 'sambil menyelam minum air'. Selain untuk menghentikan kebiasakan anak menghisap jari, sekalian membuat anak-anak lebih suka makan.

Anak-anak pasti tidak menyukai rasa pahit yang telah dioleskan ke jari mereka, sehingga tidak akan mengulangi untuk menghisap jari. Mereka pasti kapok untuk menghisap jari.

Memang sangat sulit untuk mengubah kebiasaan, untuk itu sebagai orangtua kita harus memberikan dukungan seperti memberikan banyak pujian, memeluknya, mengajak jalan-jalan, bermain dengan permainan baru bersama-sama.Sehingga perhatian mereka juga bisa teralihkan dari kebiasaan menghisapjari. Sebaiknya hindarkan mereka dari iklan-iklan di TV ataupun baliho yang mengingatkan mereka untuk menghisap jari.*

Jika program ini belum juga berhasil, jangan putus asa. Anda bisa mengkonsultasikannya dengan dokter ahli yang Anda percaya untuk merekomendasikan apa-apa yang Anda perlukan untuk menangani masalah tersebut.

Dijawab oleh: Dr Dana Elliott Srither MBBS (Singapura), Grad Dip Family Medicine, adalah dokter keluarga bersertifikat yang berpegang pada prinsip-prinsip "Get Well" and "Stay Well".

----

Kebiasaan menghisap jempol ini sebenarnya merupakan tindakan natural bayi yang masih berusia di bawah dua tahun. Menurut dr. Robert Anderson, seorang dokter anak asal Iowa Kanada mengatakan kondisi anak mengemut jempol atau jarinya untuk mendapatkan rasa nyaman dan aman merupakan kondisi yang sangat umum terjadi di dunia ini.

Kondisi ini biasanya akan terjadi di bulan pertama kehidupan anak dan umumnya anak sudah bisa mulai paham kalau menghisap jari akan membuatnya lebih nyaman dan lebih merasa aman. Bahkan Anderson menambahkan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan bagi mereka.

Jika kondisi ini dibiarkan sampai anak mulai tumbuh besar dan bahkan sampai sudah cukup besar dan mandiri hal ini akan menghambat perkembangan anak seperti kemampuannya dalam berbicara dan lain-lain. Lantas, kapan batas waktu toleransi untuk anak supaya bisa menghentikan kebiasaan menghisap jempol tersebut?

Untuk menanggapi hal tersebut, drg. Mary Hayes, seorang dokter gigi anak asal Chicago mengatakan, ketika anak sudah berusia 2 sampai 4 tahun, mereka akan mulai melatih kepintaran lainnya selain kegiatan menghisap jari seperti itu akan terlupakan. Jadi, jika anak diusia 2 tahun masih belum menghentikan kebiasaannya, maka Moms perlu bertindak.

Berikut beberapa saran dari dr. Robert Anderson yang bisa Moms terapkan.

1. Batasi waktu anak untuk menghisap jarinya, contohnya saja hanya boleh menghisap jempol di dalam kamarnya atau ketika di rumah dan menjelang tidur saja. Selebihnya larang anak untuk melakukan hal ini

2. Jangan pernah menjadikan kebiasaan ini sebagai bahan pertengkaran. Jika memang anak susah melepas kebiasaan ini, puji mereka ketika dia sedang tidak menghisap jempol. Contohnya Moms bisa bilang bahwa dia sangat pintar ketika dia tidak menghisap jempolnya.

3. Biasakan untuk berkomunikasi tentang kebiasaanya ini. Katakan kepada anak Moms bahwa Moms akan membantunya untuk menghentikan kebiasaannya tersebut dan akan ada hadiah jika dia tidak melakukan kebiasaan tersebut selama satu hari, minggu dan bulan dengan hadiah yang berbeda.

4. Ingatkan anak bahwa kebiasaan menghisap jempol tersebut akan membuatnya terlihat tidak sopan dan jangan ragu untuk mengingatkannya ketika dia tidak sadar mengemut jempolnya. Tentunya lakukan ini dengan bahasa yang halus dan enak untuk didengar.

5. Cobalah untuk melakukan cara-cara kreatif untuk membuat anak paham kalau sekarang mereka sudah besar dan anak yang sudah besar tidak pantas menghisap jempolnya. Katakan juga bahwa Superman (Atau siapapun Idolanya) tidak pernah menghisap jempolnya.

Artikel dikutip dari berbagai sumber:
https://id.theasianparent.com/menghisap-jari/2/
http://www.merries.co.id/toddler/5-trik-cerdas-menghentikan-kebiasaan-menghisap-jempol

Selengkapnya »

Tantrum Pada Bayi dan Tips Mengatasinya



Tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika "tujuan" orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang.

Tantrum adalah salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku bermasalah pada anak-anak tetapi cenderung menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Pada balita, tantrum atau amukan dapat dianggap sebagai normal, bahkan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter.[

Sementara amukan kadang dilihat sebagai prediktor perilaku anti-sosial pada masa depan, dalam arti lain ia sekadar tanda frustrasi yang berlebihan yang sesuai dengan usia, dan akan berkurang seiring waktu diberi penanganan yang tenang dan konsisten.

Bayi (10 bulan) sudah tantrum. Ia akan menangis jika diletakkan di car seat atau terjatuh saat mencoba berdiri. Normalkah ini?

Sepertinya Anda termasuk Mama yang beruntung mendapat bayi kecil yang cerdas dan punya kemauan yang tinggi. Ia akan bertingkah ketika tidak mau melakukan sesuatu atau tidak bisa melakukan apa yang diinginkannya. Beberapa sifat yang membuatnya cenderung tantrum – kreativitas, ketekunan, dan sensivitas – sebenarnya akan menjadi aset yang berharga saat ia lebih besar. Pada saat ini, hal tersebut membuatnya merasa tidak nyaman.

Biasanya, ekspresi tidak senang ini baru muncul nantinya. Meski begitu, ada beberapa bayi yang bisa saja merasa lebih mudah frustasi ketimbang bayi yang lain. Anak yang impulsif akan mudah tantrum jika apa yang diinginkannya melebihi kemampuan yang dimilikinya. Nah, langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk membuat bayi Anda bisa mengatasi rasa tidak nyamannya adalah melihat situasi yang memicu terjadinya tantrum.

Lalu, Anda bisa melakukan intervensi sebelum ia keburu merasa frustasi. Bila salah satu dari bayi dr. Sears, pengasuh rubrik dr. Sears di www.parenting.com, merasa putus asa akibat terjatuh saat mencoba memanjat sofa, istrinya (Martha) dan dia tidak langsung mengangkatnya dan mendudukkannya di sofa. Sebaliknya, mereka menempatkan bantal-bantal di atas lantai dan membiarkan si kecil memeluknya. Hal ini sebenarnya merupakan versi yang lebih mudah dari apa yang sebenarnya ingin dia lakukan.

Sering kali, anak yang tantrum akan menunjukkan beberapa tanda sebelumnya, yakni tangan dan kakunya menjadi kaku, serta melengkungkan bagian belakang tubuhnya. Bila ini terjadi, segera memijatnya (secara perlahan usap-usaplah bagian belakang tubuh, tangan, dan telapak tangan).

Pilihan lain: Alihkan perhatiannya pada hal lain. Ketika putrinya, Hayden, mulai terlihat frustrasi, mereka cepat-cepat mengalihkan perhatiannya dengan membuat mimik muka lucu. Mereka menyebutnya sebagai strategi ‘menyelamatnya dari dirinya sendiri.’ Sekali keterampilan motorik dan verbal yang dilakukannya sesuai dengan keinginannya, tantrum akan mereda.

Bagi anda yang mempunyai anak prasekolah tiba-tiba anak anda marah dengan ekspresi yang tidak lazim seperti berbaring di lantai, berteriak teriak, menendang benda benda yang ada disekitar anda. Hal itu disebut dengan temper tantrum, kejadian alami pada anak anak usia 15 bulan hingga 4 tahun. Sikap yang ditunjukan berupa rasa tidak senang pada suatu objek atau lingkungannya.

Pada umumnya temper tantrum dapat dikategorikan menjadi tiga jenis yaitu usia dibawah 3 tahun yang sering diekspresikan dengan menangis, memukul, menjerit, menendang bahkan dalam kasus yang parah adalah membentur bentur kepalanya ke tembok. kedua pada usia tiga sampai empat tahun dengan ekspresi kemarahan yang diungkapkan dengan membanting, merengek, mengkritik bahkan sampai menghentak-hentakan kaki.

Terakhir adalah pada usia 5 tahun ke atas dengan mengkritik diri sendiri, memukul bahkan yang lebih parah merusak benda benda yang ada disekitarnya.

Penyebab terjadinya temper tantrum diantaranya adalah terhalangnya keinginan anak anda dalam mendapatkan sesuatu, ketika tidak berhasil dalam memenuhi keinginannya maka kemungkinan anak anda melakukan beberapa ekspresi-ekspresi kemarahan, selain itu temper tantrum dapat disebabkan oleh ketidakmampuan dalam mengungkapkan keinginan diri anak anda sehingga anak anda menuntut anda untuk memahaminya, sedangkan selanjutnya adalah perasaan tertekan yang dialami oleh anak anda sehingga melepaskan stress yang dialaminya.

Salah satu contohnya adalah ketika anak anda diajak dalam suatu perjalanan yang jauh dan melelahkan, tiba tiba menginginkan sesuatu yang tidak dimengerti oleh anda. Terakhir penyebab temper tantrum adalah pola asuh orang tua yang  yang menyebabkan tantrum yaitu anak anda terlalu dimanjakan dan mendapatkan penolakan atas keinginannya.

Salah satu yang harus diperhatikan adalah pola asuh orang tua. Pola asuh dapat diartikan perlakuan orang tua yang sangat mendasar. Hal yang harus diperhatikan adalah perilaku yang patut dicontoh yang ditimbulkan oleh orang tua pada anak, sehingga anak anda akan mengikuti kebiasaan anda. Selanjutnya kesadaran diri, berhubungan dengan mendorong perilaku anak dalam kesehariannya pada nilai-nilai moral.

Terakhir yang tidak kalah penting adalah komunikasi antara anda dan anak. Orang tua akan menerapkan pola komunikasi yang baik dalam membentuk hubungan bersama anaknya untuk menghindari ekspresi seperti temper tantrum pada anak.

Adapun untuk anda yang kesulitan dalam menghilangkan ekspresi kemarahan anak anda (temper tantrum) maka anda dapat melakukan beberapa cara dibawah ini :

1.    Bagi anda sebagai orang tua sebaiknya bersikap tenang dalam menghadapi anak anda yang mengalami temper tantrum.
2.    Anda dapat menghiraukan anak anda sampai kemarahannya reda, berikan peringatan dengan tegas (tanpa marah) mengenai aturan yang telah disepakati bersama.
3.    Hindari memukul anak anda, lebih baik anda mendekap dengan pelukan sampai anak anda tenang.
4.    Temukan alasan kemarahan anak anda sehingga anda dapat memberikan penjelasan yang sebenarnya.
5.    Sebaiknya anda tidak menyerah ketika anak anda marah, karena anak akan melakukan tindakan yang sama ketika menginginkan sesuatu lagi.
6.    Hentikan memberikan anak anda imbalan ketika akan menghentikan kemarahannya.
7.    Anda dapat mengarahkan kemarahan anak anda pada hal hal yang positif.
8.    Anda dapat menyingkirkan benda benda yang berbahaya dari sekitar anak anda yang sedang marah.
9.    Anda harus membiasakan komunikasi yang terbuka dengan anak dan juga berikanlah pujian apabila kemarahannya telah selesai.

Artikel dikutip dari berbagai sumber:
http://bidanku.com/cara-mengatasi-temper-tantrum-pada-anak
http://www.parenting.co.id/bayi/penyebab+bayi+tantrum
https://id.wikipedia.org/wiki/Tantrum
Selengkapnya »

Bayi Belajar Bicara, Bagaimana Mengembangkan Kemampuan Berbahasanya?



Cepat atau lambat anak Anda bisa bicara, yang terpenting, awasi apakah perkembangannya kemudian berjalan sebagaimana mestinya. Seorang bayi bisa menyebutkan kata “mama” di usia 9 bulan. Sedangkan bayi lain baru bisa mengucapkannya ketika menginjak usia 2 tahun. Perkembangan bahasa pada setiap anak memang berbeda.

Berikut ini pertanyaan dari para ibu tentang bagaimana membantu bayi mengembangkan kemampuannya berbahasa.

1. Haruskah saya mengajarkan anak saya bicara? Akan sangat membantu jika dalam kehidupan sehari-hari, orang tua selalu memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukannya. Misalnya ketika sedang memakaikan anak sepatu katakan, “Sekarang Ibu akan memakaikan sepatu di kaki kirimu...”

2. Kapan mulai mengajarkan bayi bicara? Sebelum mulai bicara, terlebih dahulu anak melalui proses “pemahaman”. Proses ini  bermula jika proses mendengar berkembang baik, yaitu dimulai ketika janin memasuki usia 25 minggu. Pada fase terakhir kehamilan, janin dapat membedakan suara yang berbeda-beda.

3. Bagaimana bayi belajar berbahasa? Alam menyediakan alat-alat bantu yang mengagumkan untuk membantu bayi belajar bahasa. Contohnya, bayi memiliki perasaan yang sensitif pada ritme. Pada bahasa tertentu ada penekanan pada suku-suku kata awal sehingga ia memiliki petunjuk. Kalau suku kata ini mendapatkan tekanan berarti selanjutnya akan ada suku kata baru. Otak bayi pun akan membandingkan tekanan-tekanan dan juga kata-kata. Dengan begitu ia semakin banyak memahami dan kemudian ia bisa berbicara.

4. Darimana kita tahu apa yang sudah dipahami seorang bayi? Tidak mudah mengetahui apa yang telah dipahami bayi. Bahkan dengan tes yang dilakukan pada satu per satu obyek belum mengungkapkan hasil apa yang telah dipahami oleh bayi  Oleh karena itu, para peneliti mencoba mencari sinyal-sinyal lain, seperti meneliti seberapa cepat seorang bayi menangkap kata-kata yang diucapkan oleh orang dewasa.

5. Metode bernyanyi. Bayi memiliki kepekaan bawaan untuk alunan musik. Ia sudah mengenal melodi-melodi yang diperdengarkan padanya ketika ia dalam rahim ibunya. Kebiasaannya mendengarkan musik menjadi alat bantu baginya untuk mempelajari bahasa. Dengan bernyanyi (atau pembacaan puisi) ada perbedaan penekanan kata-kata dan ritme yang lebih kuat digunakan daripada pembicaraan biasa.

6. Kata pertama yang sering diucapkan bayi. Setengah dari anak-anak Jerman yang diteliti mengucapkan kata “mama” sebagai kata pertamanya. Hanya 15% yang mengucapkan kata “papa”. Selanjutnya mereka mengucapkan “Auto” (sebanyak 4%), “oma”, “ball”, “wauwau” dan “Haben”

7. Kata yang lebih mudah diucapkan bayi. Ada beberapa huruf yang penyebutannya dapat dilihat. Seperti “M” untuk mama, “B” untuk bola dan”P” untuk pinguin. Bunyi-bunyi ini diucapkan dengan menggunakan bibir yang membuat variasi suara bila ada udara yang dikeluarkan. Namun ada juga huruf yang tidak tampak jelas jika diucapkan. Tidak mengherankan jika anak kecil lebih mudah mengucapkan kata-kata yang menggunakan konsonan bilabial (“mama, papa, bobo”) karena mereka lebih mudah melakukannya. Yang lainnya dapat diucapkan setelah berulang kali mencoba.

8. Mengapa anak perempuan lebih cepat belajar daripada anak laki-laki? Statistik menunjukkan selama 2 tahun pertama kehidupannya, anak perempuan menguasai rata-rata 120 kata sedangkan anak laki-laki hanya 90 kata. Pada usia prasekolah, anak perempuan biasanya kehilangan minatnya pada pelajaran dibandingkan anak laki-laki. Alasan yang mendasari ini belum jelas, kemungkinan besar karena ada proses hormonal yang berperan penting sehingga otak pada anak perempuan matang lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Inilah yang menyebabkan anak perempuan lebih mudah memahami bahasa yang abstrak dibandingkan anak laki-laki yang membutuhkan kombinasi antara ungkapan akustis dan optis. Sedikit rumit memang. Jalan tengahnya adalah ayah menunjukkan buku bergambar lalu menunjukkan benda yang ingin diperkenalkan dengan menyebut namanya dengan jelas.

Bila Balita Berbicara Lambat

Pada perkembangan bahasa, setiap balita 1-2 tahun punya kecepatannya sendiri. Cermati kapan saatnya perlu cemas dan kapan untuk santai saja. Deteksi segera jika perkembangan bicara batita terhambat.

Bila balita 1 tahun Anda hanya mampu menyuarakan huruf hidup (vokal) atau nampaknya ia tidak memahami banyak kata-kata Anda, maka sekarang waktunya berkonsultasi ke ahli. Lemah pendengaran adalah penyebab paling umum kelambatan bahasa ekspresif dan reseptif. Kebanyakan bayi baru lahir akan diperiksa fungsi pendengarannya sebelum meninggalkan rumah sakit, tapi tetap saja ada bayi yang tidak dites atau mengalami kehilangan dengar setelah beberapa waktu. Adanya cairan di telinga atau infeksi telinga kronis juga dapat mempengaruhi kemampuan bayi untuk menangkap suara dan memahami bicara.

Bila Anda dan dokter anak Anda mendeteksi adanya problem, bawa balita ke audiologis atau ahli pendengaran, untuk pemeriksaan yang lengkap. Ada juga dokter yang pendekatannya dengan menunggu hingga balita berusia 18 sampai 24 bulan dengan pengamatan penuh. Tapi kalau sampai pada usia ini balita Anda belum juga mengucap sepatah katapun, hubungi pakar profesional untuk bantuan. Mungkin saja ia membutuhkan terapis wicara untuk membantunya mengembangkan kemampuan berbicara.

Ahli patologi bicara akan dapat mendeteksi kelainan lain yang mungkin diderita, termasuk apraxia (kelainan yang menyebabkan otot-otot mulut di wajah tak dapat mengucapkan kata dengan tepat) dan kelambatan perkembangan seperti celebral palsy atau autisme. Kelambatan bicara berdasar pada banyak faktor, dan tidak semuanya punya konsekuensi jangka panjang. Faktor keturunan juga berperan. Batita yang lambat bicara sering pula akibat ada anggota keluarga yang juga lambat bicara.

Rata-rata jumlah kata balita. Anak yang cepat bicara tidak lalu dikategorikan anak jenius atau punya kecerdasan lebih, dan sebaliknya, anak yang lambat bicara bisa saja akan mengejar ketinggalannya dengan cepat. Berikut panduan yang bisa dicermati.
Balita 12 bulan. Bisa mengucap 1 sampai 5 kata dan mengerti 25 kata atau lebih. Ia banyak memakai gerak-gerik tubuhnya seperti melambai dan menunjuk dan bisa mengikuti arahan sederhana.
Balita 18 bulan. Umumnya anak usia ini mampu mengerti paling tidak 50 kata dan mengucapkan paling tidak 30 kata. Balita pun paham pada beberapa jenis kata yang sering didengarnya.
Balita 24 bulan. Mampu menggabung dua atau tiga kata menjadi kalimat, seperti “Apa itu?” atau “Bu minum susu.” Jumlah kosa kata yang dikuasainya bisa lebih dari 100 kata.

Stimulasi untuk memaksimalkan perkembangan bicara batita juga sangat diperlukan. Lakukan beberapa langkah untuk menstimulasi perkembangan bicaranya. Baca Stimulasi Perkembangan Bicara Balita 1-2 Tahun Jika batita masih belum menunjukkan perkembangan yang sesuai tahap usianya, konsultasikan dengan ahlinya.

Artikel ini dikutip dari http://www.ayahbunda.co.id/balita-gizi-kesehatan/bila-perkembangan-bicara-balita-lambat
Selengkapnya »

Didik si kecil dari usia dini yuk! (0 sampai 6 bulan)


Hai Moms! Senangnya waktu si kecil sudah lahir ke dunia, sudah saatnya juga kita sebagai ibu membekalinya sedini mungkin. Si kecil mungkin hanya dapat melakukan hal2 yang amat terbatas, tapi kita dapat membekalinya dengan mengetahui fase pertumbuhan dan apa yang bisa kita lakukan untuk sang bayi.

Coba simak fase berikut dari si kecil usia 0-6 bulan, sebagaimana BabyRabbit mencoba mensharekannya berdasarkan dari sumber yang terpercaya:

Di usia 0-6 bulan si bayi memiliki kemampuan untuk berpikir serta merasakan orang di sekitarnya. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk tidur, makan dan ganti popok. Dalam tahapan ini si bayi belum bisa belajar. Gunakanlah waktu-waktu ini untuk bermain, berpelukan dan membuatnya merasa sangat disayangi.

Ini adalah cara bagaimana si bayi dapat belajar hal-hal sederhana:
Bayi yang baru lahir amat sensitif terhadap sentuhan. Sentuhan adalah bahasa si bayi. Kontak kulit dan kehangatan sangat membantu bayi untuk belajar dan tumbuh. Tumbuhkan rasa percaya kepada bayi dengan cara memenuhi kebutuhannya. (Bayi akan belajar percaya kepada orang tuanya saat ia diberi makan pada waktunya, dimandikan dan disayang)

Kepercayaan ini tumbuh menjadi rasa aman, yang nantinya akan tumbuh menjadi kepercayaan diri untuk mencoba hal-hal baru. Tidak ada salahnya jika anda menggendong si bayi saat ia menangis. Jika Anda tidak menggendong bayi Anda ketika dia menangis, dapat menyebabkan dia menjadi stres.


Melatih kecerdasan bahasa
Bayi muda belum mengerti kata-kata, tetapi mereka mengenali suara Anda dan bagaimana nada kata-kata Anda. Mereka belajar dengan cara membuat kebisingan. Ini adalah awal komunikasi.

Sering-seringlah berbicara dengan bayi untuk menunjukkan Anda peduli padanya. Nyanyikanlah lagu dengan lembut sesekali dan saat berbicara lihatlah ke dalam matanya.


Melatih kecerdasan spasial
Bayi menyukai hal-hal yang bergerak dan dapat mengikuti hal-hal dengan mata mereka. Bayi yang baru lahir dapat melihat jarak 8-12 inci. Bayi juga tahu wajah dan senyum Anda. Dengan 6 minggu bayi sudah dapat melihat jarak normal. Biarkan ia memegang sesuatu yang berwarna cerah dengan jarak sekitar 12 inci di atas kepalanya. Ajak main untuk mendapatkan perhatiannya. Pindahkan sebuah objek dari sisi ke sisi perlahan untuk membiarkan dia mengikutinya dengan matanya.


Melatih kecerdasan logika
Bayi bertumbuh dari waktu ke waktu. Jika ada sesuatu yang keluar dari pandangannya, kemungkinan itu juga keluar dari pikiran mereka. Ini berarti bayi muda belum dapat mengingat sesuatu yang tidak dapat dilihatnya. Ini disebut objek permanen. Perlihatkanlah kepada bayi mainan favoritnya lalu coba sembunyikan di balik selimut dan lihat apakah ia mencoba untuk menemukan mainannya atau hanya berpaling? Ketika bayi mencoba untuk menemukan mainannya, Anda tahu dia sudah masuk ke dalam tahap belajar mengingat objek permanen. Hal ini biasanya terjadi dengan sendirinya, ketika bayi Anda sudah cukup bertumbuh.


Pergerakan bayi

Bayi yang baru lahir tidak dapat mengangkat kepalanya. Bayi membutuhkan topangan pada lehernya. Pada usia sekitar 6 minggu, sebagian besar bayi mulai bisa mengangkat kepala mereka. Bayi yang baru lahir sering mengepal tangan mereka. Pada sekitar 6 minggu, tangan bayi terbuka. Ini juga adalah saat dimana bayi mulai melihat tangannya dan menyadari bahwa ia dapat menggerakan badannya. Bayi juga akan menemukan kakinya. Ketika bayi berusia sekitar 2 atau 3 bulan, ia akan mulai ingin meraih sesuatu. Pada usia sekitar 3 atau 4 bulan, bayi juga dapat membalikkan badannya.

Pakaikanlah kaus kaki bayi berwarna cerah di kaki dan sarung tangan bayi yang berlubang di jari-jarinya untuk membuatnya terasa nyaman. Goyangkan rattle di atas kepala bayi untuk melatihnya meraih suatu objek. Ketika dia berada di lantai, letakkan mainan di depannya. Biarkan ia mencoba untuk mendapatkannya. Dia mungkin membutuhkan bantuan Anda untuk mendapatkannya. Pastikan bayi Anda menghabiskan waktu di lantai atas selimut bersih. Bayi perlu untuk berlatih bergerak. Duduklah di lantai bersamanya sehingga dia merasa nyaman.

Melatih kecerdasan musikal
Bayi yang baru lahir senang sekali dengan lagu dan sajak. Kata berima membantu dia mengingat dan menebak kata apa yang akan datang berikutnya. Suara dan irama bahasa membantunya belajar bicara. Irama dengan gerakan Anda membantu bayi Anda belajar untuk menggerakkan tubuhnya. Menarilah bersama dengan bayi Anda dengan memutar musik ataupun bernyanyi. Bayi yang baru lahir dengan irama lagu agak lambat, sedangkan untuk bayi lebih dewasa dapat menggunakan beat cepat. Carilah referensi bacaan bergambar, lagu-lagu dan sajak untuk bayi Anda. Bayi Anda dapat melihat gambarnya saat Anda membaca. Goyang rattle saat Anda bernyanyi atau bersajak. Katakanlah nama bayi Anda dan goyang mainan untuk setiap suku katanya.

Melatih kecerdasan sosial
Bayi yang baru lahir umunya akan melihat ke dalam mata orang yang menggendongnya. Bayi akan melihat wajah 8 sampai 12 inci dari matanya. Pada sekitar 6 minggu bayi sudah dapat tersenyum kepada Anda. Tempatkan gambar hitam dan putih di sisi boks bayi atau sesekali sebuah cermin sehingga bayi Anda dapat melihat dirinya sendiri. Tersenyumlah dan ajak main bayi Anda dengan menempelkan kepala anda ke kepalanya dengan lembut.

Melatih untuk mengenali diri sendiri
Saat memakaian baju dan memandikan bayi Anda, sebutlah nama bagian-bagian tubuhnya.

Demikian beberapa tips dan informasi seputar fase bayi usia 0 sampai dengan 6 bulan. Semoga bermanfaat bagi para mommy yang baru saja melahirkan. (red.babyrabbit)

Selengkapnya »